Showing posts with label RIAU. Show all posts
Showing posts with label RIAU. Show all posts

CHILDHOOD: Selat Panjang

KM Jelatik, Pekanbaru-Selatpanjang, 12 jam

Ferri

KM Jelatik

Meranti Express
Selatpanjang dilihat dari Laut

Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang
Suasana Kota Selatpanjang, Ruko semua

Ruko

Ruko

Rumah asli orang Melayu tempo dulu
Pesta Kembang Api Perayaan IMLEK

IMLEK Firework

Jalanan penuh Lampion, IMLEK

Mini market

Mini market

Swalayan

Swalayan

Mini market

Toko

Swalayan buka 24 jam
Lampion sepanjang jalan, IMLEK
Barongsai menerima Angpao

Barongsai berkunjung ke rumah warga mencari angpao

Atraksi tusuk pedang di mulut, IMLEK

Atraksi barongsai di kelenteng, IMLEK

Becak Sepeda Kayuh

Becak khas Selatpanjang tempo dulu

Pasar, selalu ramai

salah satu jalan di pusat kota selatpanjang
Taman Cik Puan, tempat sering diadakan acara rutin

Jembatan ALAI, penghubung Selatpanjang dan tanjung Alai

Telaga Bening

Telaga Bening

Kolam Telaga Bening

HOME: Kabupaten Kampar

INFORMASI UMUM
Kabupaten Kampar memiliki luas wilayah 1.128.928 ha, berada pada 100’28’’30’’’-101’14’’30’’’ Bujur Timur (BT) dan 01’00’’40’’’ Lintang Utara (LU) sampai 00’27’’00’’’ Lintang Selatan , Kampar berbatasan dengan;
-  Sebelah utara Kabupaten Siak dan Kota  Pekanbaru.
-  Sebelah Timur dengan Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan.
-  Sebelah Selatan dengan Kabupaten Kuantan Singingi.
-  Sebelah Barat  Kabupaten Rokan Hulu dan  Sumatera Barat.
Ibukota Kabupaten Kampar adalah Bangkinang yang berjarak sekitar 85 KM dari Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru. Dengan temperatur rata-rata berkisar pada 23,10C-32,40C.
Kabupaten Kampar memiliki 20 kecamatan dan 250 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk yang tercatat pada tahun 2008 adalah 633.320  jiwa. Sebagian besar, 67,22% penduduk Kampar bekerja di sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan, serta presentase terkecil, 0,22% bekerja di sektor listrik, gas, dan air. Sedangkan Jumlah pencari kerja yang mendaftar pada Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan pada tahun 2007 meningkat 47,17 persen dibandingkan tahun 2006, yaitu dari 4.535 orang menjadi 6.675 orang.
Dari 1.128.928 ha luas Kabupaten Kampar diantaranya 10.780 ha (0,95%) digunakan untuk tanah sawah dan 1.091.695 ha (96,70 %) merupakan lahan kering, dan persentase terbesar pada tahun 2008 digunakan untuk perkebunan, yaitu sebesar 377.781 ha (33,46 %).

Potensi Umum Daerah
Secara umum, potensi daerah berkaitan dengan sumber alam bersandar pada sektor perkebunan, pertanian, kehutanan, industri, dan pertambangan.

Perkebunan
Perkebunan merupakan salah satu primadona perdagangan di Kabupaten Kampar. Areal perkebunan yang tersedia cukup luas, pada 2008 tersedia lahan seluas 423.766 hektare. Komoditi perkebunan yang potensial adalah kelapa sawit (palm) 74,74 persen, karet (rubber) 23,41, Gambir (Gambir) dan lahan lainnya sebesar 0,07 persen.

Kehutanan dan Industri
Pembangunan sektor kehutanan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dengan tetap memelihara kelestarian sumber daya alam, fungsi hutan, lingkungan hidup, tata air, dan lain-lain. Luas hutan di daerah ini pada 2006 lebih kurang 497.313,96 hektare. Sedangkan pada tahun 2008 adalah 473.143,17 ha.
Pembangunan sektor industri meliputi program pokok dan program penunjang. Program pokok meliputi pengembangan industri rumah tangga, kecil dan menengah, program peingkatan kemampuan teknologi industri dan program penataan struktur industri. Sedangkan program penunjang antara lain adalah program pengendalian pencemaran lingkungan, informasi industri,  pelatihan dan penyuluhan,  serta program penelitian dan pengembangan.

Sumber Air Bersih
Sumber air bersih di Kampar berasal dari Sungai Kampar. Sungai ini mengaliri dataran rendah yang melewati sejumlah kecamatan sehingga berpotensi untuk usaha perikanan.

Sumber Daya Pertambangan dan Mineral
Potensi pertambangan terdiri atas batubara (coal), batu gamping (batu kapur=gamping stone),  kaolin (caolin),  batu pasir kuarsa (quartz stone),  dan bentonit (bentonite).

Perikanan
Produksi perikanan di Kampar pada 2007 sebanyak 15.513,0 ton yang ditangkap dari perairan umum sebanyak 901, ton dan dari kolam keramba sebanyak 14.611 ton. Pada tahun 2008 terdapat peningkatan dimana produksi perikanan menjadi 20.105,89 ton, masing-masing ditangkap dari perairan umum sebanyak 808,30 ton dan budidaya sebanyak 19.297 ton.

Peternakan
Kabupaten Kampar juga memiliki potensi sebagai kawasan industri peternakan,  yakni dengan budi daya ternak sapi, kerbau, dan kambing. Potensi lahan untuk pengembangan peternakan seluas 1.098.339 hektare, sebagian besar berada di Kecamatan Kampar Kiri dengan luas lahan 347.578 hektare, Tapung Kiri 327.282 hektare, dan Kecamatan Siak Hulu seluas 115.980 hektare.


PARIWISATA

Objek Wisata
Pariwisata di Kabupaten Kampar sangat potensial, hal ini disebabkan lancarnya transportasi ke dan dari daerah ini. Di daerah ini juga terdapat hotel berbintang lima yaitu Labersa Grand Hotel dapat dijankau dari Pekanbaru dalam waktu sekitar 20 Menit,   8 (delapan)  penginapan (hotel) bertaraf melati, berupa wisma yang siap menerima kunjungan wisatawan dan pebisnis. Tidak kurang ada 20 objek wisata yang berpotensi menjaring wisatawan, baik lokal maupun turis manca negara. Beberapa objek wisata itu adalah;
Candi Muara Takus
Lokasi Candi Muara Takus berada sekitar 130 dari Pekanbaru di daerah pertemuan Sungai Kampar Kanan dan Kampar Kiri. Candi budha ini dibangun 1893.
Waduk PLTA Koto Panjang
Waduk ini berada 15 Km dari Bangkinang dan 100 Km dari Pekanbaru. PLTA dibangun sebagai pembangkit tenaga listrik air dengan luas lahan 12.400 hektare. PLTA Koto Panjang berada di lintasan pegunungan Bukit Barisan dengan pemandangan yang memikat.
Istana Gunung Sahilan
Objek wisata ini berada 70 Km dari Pekanbaru. Istana yang merupakan peninggalan kerajaan masa lalu, Kerajaan Gunung Sahilan ini, berada dekat Desa Muara Lembu.
Air Terjun Kebun Tinggi
Kawasan Air Terjun Kebun Tinggi terletak di Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Objek wisata ini masih alami sehingga sangat menarik untuk dikunjungan oleh para pelancong.
Desa Wisata Buluh Cina
Objek wisata ini berada di Desa Buluh Cina, Kecamatan Siak Hulu. Kawasan ini biasanya ramai dikunjungi ketika digelar acara pacu sampan yang sekarang sudah menjadi event kepariwsataan nasional yang diikuti oleh peserta manca negara.

Prospek  Peluang Investasi
  • Pembangunan Industri Hilir Sawit/CPO
  • Pembangunan Industri/Pebrik Pengolahan Karet (Crumb Rubber Factory)
  • Pembangunan Industri Pengolahan Kayu Karet
  • Pengembangan Budidaya Ikan Patin Jambal
  • Pengembangan Pabrik Pakan Ikan
  • Pengembangan Budidaya Nenas
Industri pertambangan dan energi
Potensi pertambangan dan energi di Kampar berjumlah 30 bahan galian, yakni; batu kapur, bentonit, kaolin, kuarsit, granit, timah putih, timah hitam, seng, tembaga, monazit, Emas, wolframit, intan, perak, batubara, tanah liat, andesit, gambut, zintumen padat, feldsfar, Gravit, tanah urug, sirtu, zirkon, kayu kersikan, batu pasir, batu permata, pasir kuarsa, pasir bangunan, dan jarosit. Galian tambang yang telah dilakukan penelitian dan menjadi industri pertambangan unggulan daerah Kampar adalah batubara, kaolin, pasir kuarsa, batu gamping, dan bentonit.

Industri Penambangan Batubara
Sebaran batubara terutama dijumpai di Kecamatan Kampar Kiri dengan luas lahan 4.000 hektare, produksi 182.290.000 ton dan kandungan kalori batubara 4.500-6.500 Kcal/Kg. Kampar Kiri Hulu dengan luas lahan 4.130 hektare, produksi 1.411.100 ton dan kandungan kalori batubara 4.500-6.500 Kcal/Kg. Sedangkan di Kecamatan XIII Koto Kampar tersedia lahan dengan luas 11.900 hektare, produksi 1.411.100 ton dan kandungan kalori batubara 6.730-7.124 Kcal/Kg.

Industri Penambangan Batu Gamping
Sebaran penambangan Batu Gamping berada di Dusun Gema, Kecamatan Kampar Kiri Hulu dengan luas areal 64 hektare. Sifat fisik Batu Gamping berwarna abu-abu dan ukuran butiran halus. Komposisi kimia SiO2 (1,39%) SG (2,61%) AL2O3 (3,29%) Fe2O3 (5,47%) CaO (47,39%) MgO (0,47%). Volume cadangan diperkirakan 2.500.000 ton. Kondisi lokasi sebaran dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat.

Penambangan Kaolin
Lokasi penambangan Kaolin berada di Kecamatan Tapung dan Tapung Kiri. Sifat fisik, derajat keputihan 75-78%, Berat Jenis 2,1 Gr/Cm3, ukuran butir sangat halus (16,2%), Lansu (8,9%), Lempung (8,1%). Cadangan terukur 149.929 ton di Kecamatan Tapung, dan 2.034 juta ton di Kecamatan Tapung Hilir. Kondisi lokasi sebaran dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat.

Penambangan Pasir Kuarsa
Lokasi penambangan Pasir Kuarsa berada di Kecamatan Tapung Hulu dengan luas sebaran 3,185 hektare. Sifat fisik berwarna abu-abu. Sifat kimiawi, komposisi kimiawi SiO2 (93,24%), Al2O3 (2,49%) Fe2O3 (0,9%) CaO (0,18%) MgO (0,19%), Berat Jenis 2,785 Gr/ml. Diperkirakan volume cadangan 25.548.800 ton. Kondisi lokasi sebaran dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat.
***
  Sungai-sungai besar yang terdapat di Kabupaten Kampar sebagian masih berfungsi baik sebagai prasarana perhubungan, sumber air bersih, budidaya ikan, maupun sebagai sumber energi listrik (PLTA Koto Panjang).


PON XVIII Riau

Sekapur Sirih

Assalamu'alaikum wr.wb
Pertama-pertama saya  mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena Riau menjadi tuan rumah untuk PON XVIII yang akan dilaksanakan tanggal 9-20 september 2012 mendatang. Riau akan mendapatkan banyak manfaat dari ajang besar berskala nasional yang diadakan per 4 tahun sekali ini. Sebagai warga asli Riau, saya tentunya bangga sekali dengan terpilihnya Riau sebagai tuan rumah PON XVIII. Sukses!

Selayang Pandang

Pekan Olahraga Nasional (PON) adalah multi even olahraga nasional yang diselenggarakan 4 (empat) tahun sekali, dan merupakan titik kulminasi kegiatan keolahragaan dalam rangka peningkatan dan pengembangan prestasi olahraga nasional. Disamping itu, PON dijadikan sebagai ajang evaluasi hasil pembinaan yang dilaksanakan oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi bersama-sama Pengurus Provinsi (Pengprov) cabang olahraga, KONI Kabupaten/Kota serta semua komponen di setiap daerah.
PON pertama dilaksanakan di kota Solo pada tanggal 8 – 12 September 1948 dijadikan sebagai sarana pemersatu bangsa melalui kegiatan olahraga. Sebagai sarana pemersatu bangsa yang merupakan salah satu tujuan pokok penyelenggaraan PON tersebut harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya dalam rangka lebih meningkatkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sejalan dengan perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, tujuan penyelenggaraan PON juga diharapkan untuk dapat menjaring bibit atlet potensial, yang dapat dikembangkan dan ditingkatkan menuju prestasi yang lebih tinggi.
Dengan penyelenggaraan PON secara bergilir, akan tercipta dan terbentuk pemerataan pembangunan khususnya pembangunan sarana dan prasarana keolahragaan, serta sektor lain yang pada gilirannya dapat mendorong percepatan peningkatan dan pengembangan prestasi olahraga nasional dan sekaligus memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa.
Terpanggil atas peran, fungsi serta dampak positif penyelenggaraan PON dalam memajukan dan mengembangkan potensi daerah, KONI Provinsi Riau bersama Pemerintah Daerah Provinsi Riau telah mengajukan usulan sebagai calon tuan rumah penyelenggaraan PON XVIII Tahun 2012. Selain Provinsi Riau terdapat 2 (dua) provinsi lain yang mencalonkan diri kepada KONI. Melalui forum Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) yang diadakan khusus untuk memilih calon tuan rumah pada tanggal 12 Agustus 2006, Provinsi Riau terpilih sebagai tuan rumah penyelenggara PON XVlll Tahun 2012, dan kemudian diajukan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia untuk dapat diputuskan.
Sebagai penyelenggara, Provinsi Riau berupaya melakukan modernisasi pelaksanaan yang menyangkut venus, administrasi pelayanan dengan menggunakan Teknologi Informasi (IT). Modernisasi penyelenggaraan PON juga diharapkan untuk membudayakan perilaku hidup tertib dan menjaga kebersihan serta keamanan yang tercermin dalam konsep Green PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau. Green PON menyajikan program penghijauan, keindahan kota, menciptakan suasana asri dan nyaman di halaman dan lingkungan venus, hotel serta menambah kantong paru-paru kota.
Waktu Pelaksanaan
Pekan Olahraga Nasional XVII Tahun 2012 Provinsi Riau dilaksanakan selama 12 (dua belas) hari. Upacara pembukaan diadakan pada hari Minggu tanggal 9 September 2012 dan penutupan akan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 20 September 2012.
Waktu pelaksanaan pertandingan cabang olahraga secara umum dilaksanakan selama 12 (dua belas) hari yang dimulai pada tanggal 9 September 2012 hingga selesai pada tanggal 20 September 2012. Namun, apabila diperlukan dan untuk memenuhi kebutuhan teknis pertandingan, beberapa cabang olahraga dapat dilaksanakan lebih awal sebelum hari H pembukaan PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau.
Jadwal Umum PON
Tempat Pelaksanaan
Tempat pelaksaanaan PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau yang terdiri dari pelaksanaan upacara dan pelaksanaan pertandingan sebagai berikut :
Tempat Pelaksanaan Upacara
Upacara Pembukaan dan Upacara Penutupan PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau dilaksanakan di Stadion Utama yang terletak di Kawasan Olahraga Universitas Riau di Pekanbaru.
Upacara Pengibaran dan Upacara Penurunan Bendera Kontingen tiap KONI Provinsi dilaksanakan di Stadion Utama yang terletak di Kawasan Olahraga Universitas Riau Pekanbaru, dan di salah satu Venus di Kabupaten/Kota lokasi PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau.
Tempat Pelaksanaan Pertandingan
Semua pertandingan cabang olahraga PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau dilaksanakan di 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota di Provinsi Riau yaitu: Pekanbaru, Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi, Bengkalis, Dumai, Siak, Indragiri Hilir.
Cabang Olahraga Cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak 39 Cabang Olahraga dan Nomor yang dipertandingkan sebanyak 555 Nomor : Jumlah medali yang diperebutkan : 555 medali emas 555 medali perak 729 medali perunggu, Kuota Atlet (6.515 atlet). Urutan Cabang Olahraga Yang Di Pertandingkan Pada PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau
  •  Aquatic (Renang Prestasi,Loncat Indah, Renang Indah, Polo Air)
  •  Anggar
  •  Angkat Besi, Angkat Bera, Bina Raga
  •  Atletik
  •  Balap Sepeda
  •  Base Ball, Soft Ball
  •  Bola Basket
  •  Billiar
  •  Bowling
  •  Bulu Tangkis
  •  Catur
  •  Dayung (Kano, Kayak,Dragon boat)
  •  Golf
  •  Gulat
  •  Judo
  •  Karate
  •  Layar 
  •  Menembak 
  •  Panahan 
  •  Selam (Kolam, Laut)
  •  Senam (Artistik, Campuran) 
  •  Sepak Bola
  •  Futsal 
  •  Squash 
  •  Pencak Silat
  •  Sepak Takraw 
  •  Taekwondo 
  •  Tenis 
  •  Tenis Meja 
  •  Tinju 
  •  Bola Voli (Indor, Pantai) 
  •  Wushu 
  •  Aerosport (Aeromodeling, Gantole, Paralayang, Terbang Layang, Terjun Payung) 
  •  Balap Motor 
  •  Bridge 
  •  Kempo 
  •  Panjat Tebing 
  •  Sepatu Roda 
  •  Ski Air 
  •  Tarung Derajat 
Visi dan Misi

VISI
  • TERSELENGGARANYA PON XVIII-2012 UNTUK MEMPERERAT PERSAUDARAAN DAN MENGUKIR PRESTASI OLAHRAGA NASIONAL DI BUMI LANCANG KUNING
MISI
  • Terselenggaranya PON XVIII-2012 secara profesional, lancar, aman dan nyaman;
  • Meningkatkan prasarana, sarana olahraga yang memenuhi standar;
  • Meningkatkan prestasi olahraga;
  • Meningkatkan kualitas SDM di bidang olahraga;
  • Meningkatkan partisipasi dunia usaha dan masyarakat dalam pengembangan olahraga;
  • Pemberdayaan ekonomi rakyat dan promosi potensi daerah.

Struktur Kelembagaan PB PON Riau XVIII 2012 

ORGANISASI PON XVIII TAHUN 2012 PROVINSI RIAU
Untuk penyelenggara PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau, telah dibentuk organisasi penyelenggara yang disebut Panitia PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau atau PB PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau. Dalam melaksanakan tugasnya PB PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau didukung oleh Sub bidang-sub bidang dan 10 (sepuluh) Sub PB PON XVIII Tahun 2012 Kabupaten/Kota serta Sub PB PERPARNAS XIV Tahun 2012.
1 Panitia Besar
PB PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau adalah pihak yang ditetapkan oleh pemerintah melalui keputusan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor 0471 Tahun 2011 untuk menyelenggarakan dan mempertanggungjawabkan penyelenggaraan PON Struktur PB PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau beserta personilnya dapat dilihat pada Gambar 2.1.
2. Tim Pengarah dan Pengawas
Dalam melaksanakan tugasnya, PB PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau dibantu oleh TIM pengarah dan Pengawas dari KONI yang ditetapkan melalui Keputusan Ketua Umum KONI Nomor 11 Tahun 2011. Tim tersebut bertugas untuk memberikan bimbingan , arahan dan pengawasan serta memberikan saran-saran baik diminta maupun tidak kepada PB PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau. Personil Tim Pengarah dan Pengawas PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau dapat dilihat pada Gambar 2.1.
3 Sub Panitia Besar
PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau dilaksanakan di 10 (sepuluh) Kabupaten/Kota. Oleh karena itu, pada masing-masing Kabupaten/Kota dibentuk Sub PB PON yang ditetapkan melalui keputusan Ketua Umum Panitia Besar PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau. Keputusan Ketua Umum PB PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau mengenai Sub PB PON XVIII Tahun 2012 tediri dari Kabupaten/Kota sebagai berikut :
KABUPATEN/KOTA
1. Kota Pekanbaru
2. Kabupaten Kampar
3. Kabupaten Rokan Hulu
4. Kabupaten Pelalawan
5. Kabupaten Indragiri Hulu
6. Kabupaten Kuantan Singingi
7. Kabupaten Bengkalis
8. Kota Dumai
9. Kabupaten Siak
10. Kabupaten Indragiri Hilir
4. Sub Bidang Panitia Besar
Dalam pelaksanaan tugasnya sebagai penyelenggara PON, PB PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau didukung oleh Sub Bidang PB PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau. Organisasi-organisasi Sub Bidang PB PON Bekerja berdasarkan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan melalui Peraturan Gubernur Riau Nomor 3 Tahun 2009. Sub Bidang PB PON merencanakan, Mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau sesuai dengan bidangnya masing-masing.
5. Hubungan Daerah
Untuk Mempermudah komunikasi antara daerah peserta dengan PB PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau digunakan system pelayanan satu pintu komunikasi dengan menunjuk Sub Bidang hubungan daerah sebagai penanggung jawab. Ditetapkan 11 Petugas yang akan menjadi petugas penghubung yang masing-masing melaani 3 kontingen provinsi. 

Logo & Maskot

Arti Logo Layar dan Gelombang

Melambangkan lambang daerah "Lancang Kuning" yang mempunyai makna:
  • Daerah  Riau  dialiri  oleh  empat sungai besar yaitu: Sungai Kampar, Sungai Rokan, Sungai Indragiri dan Sungai Siak, dimana keempat sungai tersebut merupakan sumber kehidupan yang merupakan kebesaran rakyat Riau
  • Lancang memberikan simbol bahwa kehidupan penuh dengan semangat yang berpacu menuju prestasi.
  • Gelombang laut melambangkan kedinamisan masyarakat Riau bergerak terus menerus tanpa berhenti menghantarkan kemajuan negeri.
  • Warna  merah,  kuning  dan  hijau melambangkan bahwa Riau mempunyai budaya yang tinggi.
Lingkaran  Berkait
Melambangkan  semangat sportifitas yang tinggi dalam persaudaraan menuju prestasi PON.
Huruf dan Angka
Menunjukkan  penyelenggaraan  PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau.

 
Arti Maskot
 
Nama Maskot
"Bujang Serindit"
Wujud Keseluruhan Maskot
Terinspirasi dari bentuk burung Serindit yang juga sudah dijadikan simbol fauna khas Riau yang melambangkan semangat, enerjik dan kontinuitas gerakan mengejar prestasi bersumber dari rasa keinginan individual untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi kelompok, daerah dan prestasi nasional secara umum.
Huruf dan Angka
Menunjukkan kegiatan PON yang ke XVIII Tahun 2012 diadakan di Provinsi Riau.
Obor dengan Api yang Berkobar Menyala
Sebagai gambaran yang lebih menjurus pada rasa semangat yang menyala-nyala, tak kunjung padam dalam lingkaran makna esensial dunia keolahragaan.
Busana Melayu yang dikenakan Burung Serindit
Simbol lokalitas budaya Riau dengan penduduknya yang berbudaya Melayu dengan penonjolan ciri khas pada busana Melayu.
Selempang  Dada dengan Tulisan Pekan Olahraga Nasional XVIII
Pertanda simbol kebesaran sebagai ajang pres- tisius dalam bidang olahraga yang mengede- pankan rasa sportifitas.
Tapak (Post Stage) melingkar dengan tulisan Riau 2012
Pertanda tempat dan tahun penyelenggaraan.

Catur Sukses Penyelenggaraan PON XVIII Tahun 2012

Catur Sukses penyelenggaraan PON  XVIII  Tahun 2012  Provinsi Riau, yaitu
  • Sukses Penyelenggaraan
    Mencakup Sukses pada :
    • Pembukaan dan penutupan PON XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau.
    • Pertandingan cabang olahraga.
    • Penerimaan kontingen dan tamu dengan berbagai kesiapan akomodasi, transportasi dan konsumsi.
    • Keamanan dan kenyamanan peserta/tamu.
  • Sukses Prestasi
    Mencakup Sukses pada :
    • Peningkatan pembinaan olahraga nasional pada umumnya.
    • Pemecahan rekor olahraga di tingkat nasional, regional dan internasional.
  • Sukses Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
    Mencakup Sukses pada :
    • Aksesibilitas bagi UMKM untuk memanfaatkan peluang usaha baik pada tahap persiapan penyelenggaraan maupun pasca PON.
  • Sukses Promosi Daerah
    Mencakup Sukses pada :
    • Memperkenalkan potensi dan peluang investasi di daerah Riau.
    • Menarik dan meningkatkan investasi di berbagai sektor di Provinsi Riau baik dari dalam maupun luar negeri.
    • Memperkenalkan  beberapa  kawasan  wisata  sebagai  objek  wisata  di Provinsi Riau

Dasar Hukum Pelaksanaan PON Riau XVIII 2012

  • Undang–Undang Republik Indonesia Nomor: 3 Tahun 2005 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor: 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor: 4535);
  • Peraturan Pemerintah Nomor: 17 Tahun 2007 Tentang Penyelenggaraan Pekan Dan Kejuaraan Olahraga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 36, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4703);
  • Peraturan Pemerintah Nomor: 18 Tahun 2007 Tentang Pendanaan Keolahragaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 37, Tambahan Lem- baran Negara Republik Indonesia Nomor 4704);
  • Keputusan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor 0039 Tahun 2010 Tentang Penetapan Pemerintah Provinsi Riau Sebagai Tuan Rumah Pelaksana Pekan Olahraga Nasional XVIII Tahun 2012;
  • Keputusan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor: 0383 Tahun 2010 Tentang Perubahan Terhadap Keputusan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Nomor: 0072 Tahun 2010 Tentang Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional XVIII Tahun 2012;
  • Peraturan Gubernur Riau Nomor: 3 Tahun 2009 Tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional XVIII Tahun 2012 di Provinsi Riau;
  • Keputusan Ketua Umum KONI Nomor: 55 Tahun 2010 Tentang Peraturan Pekan Olahraga Nasional;
  • Keputusan Ketua Umum KONI Nomor: 73 Tahun 2010 Tentang Pokok-Pokok Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional XVIII Tahun 2012 di Provinsi Riau;
  • Keputusan Ketua Umum KONI Nomor: 66 Tahun 2009 Tentang Tim Pengarah dan Pengawas Panitia Besar PON XVIII/2012 Riau;
  • Keputusan Gubernur Riau Selaku Ketua Umum PB PON XVIII Tahun 2012 Nomor: 04 Tahun 2010 Tentang Penetapan Cabang Olahraga, Venues Pertandingan dan Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten/Kota Pada Pekan Olahraga Nasional XVIII Tahun 2012 Provinsi Riau;
  • Keputusan Ketua Umum KONI Nomor: 35 Tahun 2011 Tentang Penyempurnaan Pokok-Pokok Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Tahun 2012 di Provinsi Riau;

     source: Situs Resmi PON XVIII Riau

Es Tebak


Es tebak adalah es campur dengan isi utama tebak, semacam cendol yang terbuat dari beras. Tebak berwarna putih dan lebih panjang dan tebal serta tidak lembek.



Minuman ini namanya ES TEBAK, bukan Tebak pada saat kita ngucapin "Tebak Kata", tetapi Tebak dengan (e) keras kaya Si Poltak Raja Minyak dari Medan yang ngomong. hhe

Batik dan Riau

Berawal dari keinginan saya pengen beli dress batik pas ngautis di Blok M Square kemarin, 6 April 2011.

Dress Batik
Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.
ok, selanjutnya mari kita bahas batik lebih mendalam lagi.